Kapan Bayi Boleh Pakai Celana

Darma Zanna

Bayi adalah makhluk yang sangat rentan dan perlu perawatan khusus, termasuk dalam pemilihan pakaian yang mereka kenakan. Salah satu pertanyaan umum yang sering ditanyakan oleh para orangtua adalah kapan bayi boleh mulai menggunakan celana.

Perkembangan Motorik Bayi

Sebelum membahas tentang kapan bayi bisa memakai celana, penting untuk memahami perkembangan motorik bayi terlebih dahulu. Bayi baru lahir biasanya memiliki gerakan yang belum terkoordinasi dengan baik. Namun seiring berjalannya waktu, bayi akan mengalami perkembangan motorik yang pesat.

Pada usia 2-3 bulan, bayi mulai dapat mengangkat kepala dan meraih benda-benda di sekitarnya. Pada usia 4-6 bulan, biasanya mereka mampu menggulingkan diri dan duduk dengan dukungan. Pada usia 7-12 bulan, bayi mulai bisa merangkak atau bahkan berdiri dengan bantuan. Pada usia 12-18 bulan, mereka dapat berjalan dengan bantuan atau bahkan tanpa bantuan sama sekali.

Pilihan Pakaian untuk Bayi

Selama beberapa bulan pertama kehidupan bayi, pilihan pakaian yang paling umum adalah menggunakan baju atau romper. Hal ini dikarenakan baju atau romper lebih lentur dan nyaman bagi bayi yang masih belum memiliki kontrol motorik yang baik.

Celana, terutama celana dengan karet di pinggang, biasanya akan terlalu ketat atau menekan area pusar bayi yang masih dalam tahap penyembuhan. Oleh karena itu, penggunaan celana pada bayi di bulan-bulan pertama mungkin tidak disarankan.

Namun, setelah bayi mencapai perkembangan motorik tertentu, yaitu mampu duduk atau merangkak dengan dukungan, pilihan pakaian bisa diperluas termasuk memasukkan celana dalam daftar pilihan. Umumnya, bayi mulai bisa memakai celana ketika mereka mencapai usia 6-9 bulan.

Pertimbangan dalam Memilih Celana untuk Bayi

Ketika memilih celana untuk bayi, ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan:

  1. Pilih kain yang lembut dan nyaman untuk kulit bayi yang sensitif.
  2. Pastikan celana memiliki elastik yang cukup longgar untuk memungkinkan gerakan bebas, namun juga tidak terlalu longgar agar tidak menghalangi aktivitas bayi.
  3. Hindari menggunakan celana dengan kancing, ritsleting, atau gesper di bagian pinggang yang dapat membahayakan atau tidak nyaman bagi bayi.
  4. Pastikan pakaian bayi selalu bersih, baik dari sisi kebersihan maupun kualitas.
BACA JUGA:   Gizi Optimal untuk Ibu Hamil: Panduan Lengkap dari Kemenkes

Kesimpulan

Bayi boleh memakai celana setelah mencapai perkembangan motorik tertentu, seperti mampu duduk atau merangkak dengan dukungan. Namun, penting untuk memperhatikan pertimbangan-pertimbangan dalam memilih celana yang nyaman dan aman bagi bayi. Ingatlah selalu untuk memprioritaskan kenyamanan dan keamanan bayi dalam pemilihan pakaian.

Also Read

Bagikan:

[addtoany]