Taruf Ust Khalid

Darma Zanna

Ust Khalid adalah seorang tokoh agama yang terkenal dalam dunia taruf atau perkenalan dalam Islam. Dalam praktek taruf, Ust Khalid mengajarkan konsep-konsep Islam yang berkaitan dengan pembentukan hubungan antara pria dan wanita.

Apa itu Taruf?

Taruf adalah proses perkenalan antara seorang pria dan seorang wanita dalam Islam. Konsep taruf menekankan pentingnya menjaga batasan-batasan agama dan adab dalam hubungan antara pria dan wanita. Proses taruf dilakukan dengan tujuan menilai kesesuaian antara calon pasangan dalam rangka membangun rumah tangga yang sakral.

Konsep Taruf Ust Khalid

Ust Khalid memiliki pendekatan unik dalam mengajarkan konsep taruf. Beliau menekankan pentingnya mengenal calon pasangan dengan memperhatikan aspek-aspek agama, kepribadian, kejujuran, kesetiaan, dan kesiapan untuk menikah. Ust Khalid juga memperingatkan tentang bahaya dari taruf yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, seperti melakukan kontak fisik atau berbicara dengan rangsangan seksual sebelum pernikahan.

Beliau mengajarkan bahwa sebelum terjun dalam proses taruf, seorang Muslim haruslah memperkuat iman dan keimanan kepada Allah. Taruf haruslah dilakukan dengan niat yang baik, yaitu untuk mencari pasangan hidup yang dapat membantu dalam menjalankan ibadah dan mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Tahapan Taruf Ust Khalid

Dalam mengikuti taruf yang diajarkan oleh Ust Khalid, terdapat beberapa tahapan yang perlu diikuti. Berikut adalah tahapan-tahapan taruf yang diajarkan oleh beliau:

  1. Mengenali Diri Sendiri: Tahap ini melibatkan refleksi diri untuk mengetahui karakter, nilai-nilai, tujuan hidup dan kebutuhan pribadi dalam mencari pasangan hidup yang sesuai.
  2. Mengetahui Kriteria Pasangan yang Ideal: Menentukan kualitas dan sifat yang diharapkan dari pasangan hidup, berdasarkan kriteria yang sesuai dengan ajaran Islam.
  3. Meminta Bantuan Ust Khalid: Ust Khalid berperan sebagai penasehat dalam taruf. Mengajukan diri kepada beliau untuk meminta saran dan panduan dalam mencari pasangan hidup yang sesuai.
  4. Prospek Pasangan: Setelah mengenal diri sendiri dan mengetahui kriteria pasangan ideal, prospek pasangan dapat dilakukan dengan mencari informasi tentang calon pasangan yang memiliki kesesuaian dengan kriteria yang telah ditetapkan.
  5. Mendapatkan Izin dari Orang Tua: Dalam Islam, pernikahan juga melibatkan persetujuan dari kedua belah pihak keluarga. Oleh karena itu, meminta izin dari orang tua atau wali diperlukan sebelum melanjutkan proses taruf.
  6. Proses Pemilihan Pasangan: Setelah semua tahapan di atas dilakukan, proses pemilihan pasangan dapat dilakukan melalui interaksi dan komunikasi yang baik, dengan tetap menjaga batasan-batasan agama dan adab.
  7. Istikharah: Istikharah adalah doa meminta petunjuk kepada Allah untuk memperoleh keberkahan dalam memilih pasangan hidup.
  8. Pemberitahuan Keputusan: Setelah menjalani proses taruf dengan baik, hasil keputusan taruf diinformasikan kepada kedua belah pihak dan bila disetujui, dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu melangsungkan pernikahan.
BACA JUGA:   The Art of PDKT: Navigating the Intricacies of Indonesian Courtship

Kesimpulan

Dalam dunia taruf, Ust Khalid memiliki pendekatan yang sangat relevan dengan ajaran Islam. Beliau mengajarkan pentingnya menjaga batasan-batasan agama dan adab dalam proses taruf. Dengan mengikuti tahapan-tahapan yang diajarkan oleh beliau, seorang Muslim dapat membangun hubungan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam dan memperoleh keberkahan dalam pernikahan. Dalam melakukan taruf, seorang Muslim juga perlu senantiasa menguatkan keimanan dan bergantung pada petunjuk Allah melalui doa istikharah.

Also Read

Bagikan:

[addtoany]