Puisi Tsunami

Darma Zanna

Oleh: [Nama Penulis]

Tsunami, gelombang dahsyat yang memporak-porandakan segala yang ada di hadapannya. Dahsyatnya alam memperlihatkan kekuatannya yang tak terkendali. Dalam poetika yang indah, mari kita menghayati puisi yang menggambarkan kekuatan maha dahsyat dan kepunahan yang ditimbulkan oleh tsunami.

Terpaan Maut

Lautan meluap, arus bergemuruh,
Tsunami datang, terjangan maut yang nyata,
Semua hancur, abu-abu merata,
Tatkala bencana melanda, datang tanpa terpikirkan.

Gelora air laut bergulung besar,
Membasahi tanah, menghancurkan desa,
Rumah-rumah porak-poranda terhempas,
Tak terelakkan, tak terhindarkan penderitaan.

Luka dan Nestapa

Tsunami membawa nestapa yang dalam,
Takdir tak terhindarkan, luka dalam hati,
Hilangnya jiwa-jiwa yang tercinta,
Meninggalkan duka yang tak terperi.

Masyarakat berlarian mencari tempat berlindung,
Namun tak ada tempat yang dapat melindungi,
Tsunami tidak pandang bulu, siapapun terpuruk,
Duka mendalam menyelimuti jiwa-jiwa yang terpuk.

Kedahsyatan Alam

Air laut berhenti tak lagi beradu,
Tatapan mata memandang arus yang tak terhentikan,
Keindahan dan kekuatan yang dahsyat,
Mengertilah bahwa alam jangan dianggap remeh.

Kami manusia kecil yang tumpul,
Tsunami adalah pengingat dahsyatnya alam,
Dalam puisi ini tergambarkan kepunahan yang tak ternilai,
Berjanjilah, menatap dan menjaga alam dengan rasa hormat.

Harapan dan Kesembuhan

Dari puing-puing kelam kebangkitan datang,
Harapan menghampiri jiwa yang berteduh,
Masyarakat bersatu, memulihkan tanah,
Mengubur duka dan menjaga kebaikan.

Matahari terbit, mentari kembali berpijar,
Bencana menjadi kenangan yang tak terlupa,
Puisi tsunami mengajarkan kita tentang anugerah,
Semoga menjadi pengingat untuk selalu berbuat baik.

#

BACA JUGA:   Kenapa Presentasi PowerPoint (PPT) Tidak Bisa Disimpan

Also Read

Bagikan:

[addtoany]