Puisi Tentang Kebakaran Hutan

Darma Zanna

Ketika hutan terbakar teriris api,
Ratusan hektar terbakar tanpa henti.
Rintihan pohon dan binatang terdengar,
Kehidupan di hutan sirna tak berbekas.

Layu Terbakar Api

Ombak merah menyapu daun-daun hijau,
Duniaku kini tenggelam dalam teror yang abadi.
Langit yang biru kini kelam berkepul asap,
Kehidupanku terasa semakin sempit.

Api yang berkobar melahap segalanya,
Bilur-bilur hitam telah meremukkan mimpi-mimpiku.
Rintihan hutan yang perlahan menyusut kian terasing,
Tercampakkan dalam kesedihan yang terlanjur mendalam.

Para penghuni hutan menjerit dalam ketakutan,
Desingan angin membakar sekujur tubuh mereka.
Puting beliung api yang membabi buta,
Melahap semuanya tanpa ampun.

Cinta dalam Amarah

Api yang membara tak memiliki belas kasihan,
Semua yang tercipta hanyalah jutaan luka.
Cinta yang pernah mekar di sini kini terbakar,
Di tengah kepahitan yang panjang.

Kehidupan flora dan fauna terhempas ke kehancuran,
Begitu cepat, begitu brutal, dan begitu menyesakkan.
Harapan-harapan terbakar, impian-impian terhisap habis,
Dalam hiruk pikuk amarah yang membakar hati.

Menangislah Hutan

Terbakarlah hutan, menangislah bumi,
Takan kuendurkan tangis pedih ini.
Semerbak kemenyan dalam ketakutan,
Mati suri bagi kehidupan yang telah hilang.

Batang-batang pohon terbakar ke hitam-hitaman,
Sesak napas semua makhluk yang terperangkap.
Bibir kering menjadi saksi bisunya kehancuran,
Cahaya harapan menjadi redup tak terangkap.

Berani Melawan

Hidup berpindah dari hutan yang gersang,
Irama kehidupan merangkai suasana baru.
Bersama-sama kita bangkit dan berjuang,
Menata kembali kehidupan yang menjadi kacau.

Bersama-sama kita jadikan hutan sebagai tuan rumah,
Menjaga kelestariannya dengan penuh kecintaan.
Bertanam dan menyirami harapan yang tumbuh,
Mengulang kisah indah di atas tanah yang subur.

BACA JUGA:   Rempah Bistro: Mencicipi Kelezatan Kota Jakarta Selatan

Also Read

Bagikan:

[addtoany]