Apa Saja Terminologi yang Diterapakan Pada Cloud Computing…???

Hm.., Pengertian Cloud Computing udah aku bahas., Layanan Cloud Computing juga uda dibahas., naah sekarang kita beranjak ke bagian Terminologi yang diterapkan pada Cloud Computing., lagi2 aku saranin yang belum tahu apa itu Cloud Computing supaya baca artikel sebelumnya pada link diatas tersebut ūüėÄ .

Naah.., ok langsung aja mari kita mulai ^_^, pada Cloud Computing terdapat¬†3 terminologi yang diterapkan, yaitu : 1.¬†Public Cloud, 2.¬†Private Cloud¬†dan 3.¬†Hybrid Cloud.¬†Apa maksud dari ketiganya??? let’s check it ūüôā :

1. Public Cloud

Adalah layanan Cloud Computing yang disediakan untuk masyarakat umum. Kita sebagai user tinggal mendaftar ataupun bisa langsung memakai layanan yang ada. Banyak layananPublic Cloud yang gratis, dan ada juga yang perlu membayar untuk bisa menikmati layanan-nya.

Contoh Gratis :

Windows Live Mail, GoogleMail, Facebook, Twitter dsb..

Contoh Berbayar :

Office 365, Microsoft Dynamics, Windows Intune, Windows Azure, Amazon EC2, dsb..

Keuntungan :

  • Kita tidak perlu investasi dan merawat infrastruktur, platform ataupun aplikasi. Tinggal pakai secara gratis (untuk layanan yg gratis) atau bayar sejauh pemakaian kita (pay as you go).

Kerugian :

  • Sangat tergantung dengan kualitas layanan internet¬†yang kita pakai, jika koneksi internet mati, kita tidak bisa memakai layanan-nya. Untuk itu kita perlu pikirkan secara matang infrastruktur internet-nya.
  • Tidak semua penyedia layanan, menjamin keamanan data kita. Untuk itu kita perlu hati-hati untuk memilih provider¬†Public Cloud¬†ini. Pelajari dengan seksama profil dan Service Level Agreement dari penyedia layanan.

2. Private Cloud

Adalah layanan Cloud Computing, yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan internal dari organisasi/perusahaan. Biasa-nya departemen IT akan berperan sebagai Service Provider (penyedia layanan) dan departemen lain menjadi user (pemakai). Sebagai Service Providertentu saja Departemen IT harus bertanggung jawab agar layanan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan standar kualitas layanan yang telah ditentukan oleh perusahaan, baik infrastruktur, platform maupun aplikasi yang ada.

Contoh :
SaaS : Sharepoint, Exchange, SQL Server untuk keperluan internal.
PaaS : Sistem Operasi + Web Server + Framework + Database yang disediakan untuk internal
IaaS : Virtual Machine yang bisa di-request sesuai dengan kebutuhan internal

Keuntungan :

  • Keamanan data terjamin, karena dikelola sendiri.
  • Menghemat bandwith internet ketika layanan itu hanya diakses dari jaringan internal¬†
  • Proses bisnis tidak tergantung dengan koneksi internet, tapi tetap saja tergantung dengan koneksi internet lokal (intranet).

Kerugian:

  • Investasi besar, karena kita sendiri yang harus menyiapkan infrastruktur-nya.
  • Butuh tenaga kerja untuk merawat dan menjamin layanan berjalan dengan baik.

3. Hybrid Cloud

Adalah gabungan dari layanan Public Cloud dan Private Cloud yang di-implementasikan oleh suatu organisasi/perusahaan. Dalam Hybrid Cloud ini, kita bisa memilih proses bisnis mana yang bisa dipindahkan ke Public Cloud dan proses bisnis mana yang harus tetap berjalan di Private Cloud.

Contoh :
Perusahaan A, menyewa layanan dari¬†Windows Azure¬†(Public Cloud)¬†sebagai ‚Äúrumah‚ÄĚ yang dipakai untuk aplikasi yang mereka buat, tapi karena aturan undang-udang yang berlaku, data nasabah dari perusahaan A tidak boleh ditaruh di pihak ketiga, karena perusahaan A taat pada aturan yang ada, maka data dari nasabah tetap disimpan di database mereka sendiri (Private Cloud), dan aplikasi akan melakukan koneksi ke database internal tersebut.

Perusahaan B, menyewa layanan dari Office 365 (Public Cloud), karena perusahaan B tersebut sudah punya Active Directory yang berjalan diatas Windows Server mereka (Private Cloud) maka kita bisa konfigurasikan Active Directory tersebut sebagai identity untuk login di Office 365.

Keuntungan:

  • Keamanan data terjamin, karena data bisa dikelola sendiri (hal ini¬†TIDAK¬†berarti bahwa menyimpan data di¬†public cloud¬†tidak aman ya).
  • Lebih leluasa untuk memilih mana proses bisnis yang harus tetap berjalan di¬†private cloud¬†dan mana proses bisnis yang bisa dipindahkan ke¬†public cloud¬†dengan tetap menjamin integrasi dari kedua-nya.

Kerugian:

  • Untuk aplikasi yang membutuhkan integrasi antara¬†public cloud¬†dan¬†private cloud, maka infrastruktur internet harus dipikirkan secara matang.

Naah.., itulah terminologi Cloud Computing ūüôā ., Semoga dapat bermanfaat ūüėÄ ., capek nulis., time to rehat ūüėÄ .

Sumber : Sumber1