UPDATE!! Sejak Kapan “Bahasa Indonesia” Berubah Jadi “Bahasa”…??? [from : Shanti Ch]

Thanks buat “Mbak Shanti” (Shanti Ch) atas pertanyaannya ūüôā . Wah waah.., aku malah baru tahu kalau orang asing biasanya bilang “Bahasa Indonesia” cukup dengan “Bahasa” saja. Bahkan ada beberapa orang indonesia yang udah mulai ketularan neh ikut2-an pakai “bahasa” saja untuk menyebut Bahasa Indonesia.

UPDATE!! ada di bagian bawah artikel ini.

Misal ada bule ngomong ke kita : “kalau ngomong pakai bahasa donk!!” . Aneh gak dengernya? Mungkin si bule gak akan aneh, tapi bagi kita orang Indonesia yang mendengarkan? terasa aneh di telinga kita. Apalagi kita ikut2-an ngomong kayak gitu, kita pasti akan terdengar sangat bodoh.

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Negara Tercinta Kita, Indonesia, sebagaimana tercantum dalam UUD 45 Pasal 36 yang berbunyi :

Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Online, Bahasa adalah sistem lambang bunyi yg arbitrer, yg digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri; 2 percakapan (perkataan) yg baik; tingkah laku yg baik; sopan santun.

Sekilas Tentang Arbitrer?

Gak tau ¬†apa itu arbitrer? sama., aku juga wkwkwkwk ūüėÄ . menurut situs-nya Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNINUS (Universitas Islam Nusantara)¬†pada mata kuliah Sosiolinguistik, terdapat kutipan tentang arbitrer :

Manasuka  atau arbiter adalah acak , bisa muncul tanpa alasan. Kata-kata (sebagai simbol) dalam bahasa  bisa muncul tanpa hubungan logis dengan yang disimbolkannya. Mengapa makanan  khas yang berasal dari Garut itu disebut dodol bukan dedel atau dudul ? Mengapa  binatang panjang kecil berlendir itu kita sebut cacing ? Mengapa tumbuhan kecil itu disebut rumput, tetapi mengapa dalam bahasa Sunda disebut jukut, lalu dalam bahasa Jawa dinamai suket ? Tidak adanya alasan kuat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas atau yang sejenis dengan pertanyaan  tersebut.

Bukti-bukti di atas menjadi bukti bahwa bahasa memiliki sifat arbitrer, mana suka, atau acak semaunya.  Pemilihan bunyi dan kata dalam hal ini benar-benar sangat bergantung pada konvensi atau kesepakatan pemakai bahasanya.  Orang Sunda menamai suatu jenis buah dengan sebutan cau, itu terserah komunitas orang Sunda, biarlah orang Jawa menamakannya gedang, atau orang Betawi menyebutnya pisang.

Ada memang kata-kata tertentu yang bisa dihubungkan secara logis dengan benda yang dirujuknya seperti kata  berkokok untuk bunyi ayam, menggelegar untuk menamai bunyi halilintar, atau mencicit untuk bunyi tikus. Akan tetapi, fenomena seperti itu hanya sebagtian kecil  dari keselurahan kosakata dalam suatu bahasa.

Oya, btw, di situsnya FIB-UB ¬†kok gak ada materi juga yaa? :D. Menurut bahasa-ku sendiri, “bahasa itu masih umum, sedangkan “bahasa indonesia itu sudah khusus. Setuju gak ne?

Tiiiitt.., cukup buat arbitrer-nya ūüėÄ , malah ganti mata kuliah Sosiolinguistik ntar hehehehe ūüėÄ
==========================================

Menurut Wikipedia disini : 

Bahasa¬†is the¬†Malay¬†and¬†Indonesian¬†word for “language”.

Loh? berarti menurut wikipedia kata2 Bahasa itu ada di dua negara? iya, kata2 bahasa dipakai oleh Malaysia dan Indonesia. Jadi, rancu juga kan kalo kita ngomong bahasa? apa yang dimaksud itu kita ngomong bahasa (Malaysia) atau bahasa (Indonesia) ?

Dalam Wikipedia yang lain disini, disebutkan :

The Indonesian name for the language is¬†Bahasa Indonesia¬†(literally “the language of Indonesia”). This term can sometimes still be found in written or spoken¬†English. In addition, the language is sometimes referred to as “Bahasa” by English speakers, though this simply means “language” and thus does not technically specify the Indonesian language.

yang kurang lebih artinya :

Nama Indonesia untuk bahasa adalah¬†bahasa Indonesia¬†(secara harfiah “bahasa Indonesia”).¬†Istilah ini kadang-kadang masih bisa ditemukan pada tulisan atau percakapan bahasa inggris.¬†Selain itu, bahasa kadang-kadang disebut sebagai¬†“bahasa”¬†oleh penutur bahasa Inggris, meskipun ini hanya berarti “bahasa” dan dengan demikian tidak secara teknis menetapkan Bahasa Indonesia.

Sudah mulai jelas? jadi, kadang2 saja mereka menggunakan “bahasa” untuk menyebut “Bahasa indonesia”.

Sementara mengenai Wikipedia :

Wikipedia adalah ensiklopedi online di mana para pengunjung bebas, dibolehkan, bahkan dianjurkan, untuk turut menyumbang ide dan menyunting isi. Karena semua orang bebas mengubah isi sewaktu-waktu, maka saya akan sangat berhati-hati sekali jika ingin merujuk Wikipedia.

Wikipedia bagus untuk pencarian secara umum tentang satu hal yang benar-benar baru dan asing bagi kita, namun merujuk Wikipedia adalah masalah lain lagi.

Terbiasa Dengan Satu Kata?

Ada yang berpendapat bahwa orang asing terbiasa menyebut “bahasa” saja karena mereka terbiasa dengan satu kata untuk menyebut bahasa negara2 lain, Kok bisa? lihat saja di screenshoot Google Translate berikut :

Di Google Translate diatas, mereka menyebut Indonesian sebagai “Bahasa Indonesia” , tapi seperti yang aku tulis diatas,¬†kadang2¬†saja mereka menggunakan “bahasa” untuk menyebut “Bahasa Indonesia”. Sebagian orang, tidak semuanya.

Sekadar informasi, para pakar bahasa seperti Anton Moeliono dkk. menyatakan bahwa kita (seharusnya) tetap bangga menggunakan istilah ‚ÄúBahasa Indonesia‚ÄĚ sebagai jati diri bangsa.

Jadi??

  1. Penggunaan “bahasa” saja sebagai pengganti “Bahasa Indonesia” ¬†itu SALAH KAPRAH.
  2. Tidak semua bule menggunakan “bahasa” saja sebagai pengganti “Bahasa Indonesia” , jadi tidak benar kalau penggunaan “bahasa” sudah meng-internasional.
  3. Mari kita membenarkan hal ini, jika ada bule yang hanya menggunakan kata “bahasa” untuk pengganti “Bahasa Indonesia” , hendaknya kita berkata “Sorry, we call indonesian language with Bahasa Indonesia, not only Bahasa..” . Kalau orang Indonesia yang mengucapkan, kita juga harus membenarkannya, dengan Bahasa Indonesia yang benar.
  4. Marilah kita bangga dengan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa kita… ^_^ .

UPDATE!!!

Untuk menemukan jawaban yang pas atas pertanyaan ini aku harus mencari sumber yang kuat, dan akhirnya aku mengirim email ke Kemdiknas tentang penggunaan “Bahasa” dan “Bahasa Indonesia” ini., awalnya aku tidak menyangka kalau bakal dibalas, soalnya di inbox email tidak ada jawaban., tapi pas gak sengaja aku klik folder junk di email., eh ternyata email balesan dari Kemdiknas ada disitu wah waaah gak tau aku hehehehe :D.

Berikut jawaban dari Kemdiknas :

Yth. Sdr. Alfanur Rizal

Surat Saudara telah kami terima. Berikut ini jawaban kami atas pertanyaan Saudara.

Penggunaan kata bahasa untuk menyebutkan bahasa Indonesia merupakan kekeliruan karena mempunyai pengertian yang berbeda. Bahasa bermakna sistem lambang bunyi yang digunakan oleh anggota masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi negara  Indonesia. Jika ingin dilakukan penyebutan dengan menggunakan bahasa Inggris, dapat digunakan kata Indonesian (penamaan resmi bahasa Indonesia berdasarkan ISO/TC 37 dokumen ISO 639-1.

Semoga jawaban kami bermanfaat bagi Saudara.

Salam kami,

 

Dra. Wahyu Trihartati, M.Pd.

Kepala Bidang Informasi dan Publikasi

 

Naah itu dia jawaban dari Kemdiknas .., ^_^ ., gimana sodara2?? udah manteb kan skarang jawabannya?? hehehehehe ūüėÄ , jadi penggunaan Bahasa saja itu salah.., kalo pengen tahu ISO 639-1 tersebut silahkan klik disini : ¬†ISO 639-1

Berikut ScreenShoot di Wiki-nya :

Cintai Bahasa Indonesia ^_^

Sumber : Wikipedia, PolisiEYD, Badan Bahasa Kemdiknas RI

Comments

  1. Reply

    • Reply

  2. Reply

    • Reply

  3. By alfien

    Reply

    • Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *