Kenapa Kopi Luwak Harganya Mahal?

Hm.., bagi yang suka ngopi, udah pernah ngerasain kopi luwak? kopi yang paling “mbois” , “bergengsi” , “ciamik” , top markotop dah pokoknya kopi yang satu ini. Baik top rasanya, top juga harganya wkwkw πŸ˜€ .

Sapa yang gak tau coba kalo kopi luwak itu mahal banget? , mahal eeeuuyy.., aku aja yang nulis ampe saat ini belum pernah ngerasain kopi luwak haha πŸ˜€ . Tapi, disini aku bukan mau crita gimana rasanya ini kopi, tapi mau share gimana critanya ampe harganya bisa selangit kayak gitu hanya sekedar untuk secangkir kopi.

Inti dari crita kenapa bisa mahal adalah terdapat pada “proses pembuatannya” , maksudnya bukan membuat dari bubuk kopi ditambah air panas terus disuguhkan, tapi proses dari biji kopi sampai jadi bubuk kopi.

Jadi awalnya itu gini, petani kopi memetik kopi yang sudah tua (matang) dari pohonnya, proses panen kopi maksudnya. Naah kopi yang sudah dipanen ini dilakukan sorting atau pemilahan, mana yang bagus mana yang tidak. Kenapa dipilih? soalnya si luwak hanya akan memakan kopi yang sudah matang dan bagus, gaya banget tuh si luak, pake milih2 sgala πŸ˜€ .

Selanjutnya adalah, kopi yang udah di-sortir diberikan ke luwak sebagai makanannya, meskipun sudah dipilihkan oleh petani kopi yang bagus2, tapi si luak lagi2 melakukan seleksi sendiri loooh, kagak smua dimakan, dia masih milih yang paling bagus, ya ampuuun ni hewan bener2 perfectionist πŸ˜€ .

O iya, yang dimakan oleh luak itu hanyalah kulit kopi beserta daging buahnya saja looh, selebihnya biji kopi tidak dapat dicerna tubuh luak dan akan dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk feces atau kotoran.

Ok, selanjutnya, biji kopi yang dikeluarkan dalam bentuk feces tadi dibersihkan oleh petani dengan air mengalir berulang-ulang sampai benar2 bersih, kemudian dijemur. Naah biji yang dijemur ini akan menjadi gabah kopi, dan baru selesai penjemurannya jika kadar air dalam gabah kopi kurang dari 20%.

Setelah benar2 kering, biji kopi dikupas dari kulit tanduknya dengan cara ditumbuk, bukan menggunakan mesin, ini dilakukan agar biji kopi tidak hancur sebelum kulit tanduknya terlepas, menumbuknya-pun tidak perlu keras2.

Setelah ditumbuk, biji kopi dipilih satu demi satu untuk memisahkan buji yang masih berkulit tanduk dengan yang sudah terkelupas kulit tanduknya, hasilnya adalah biji kopi Β dengan kulit ari berwarna perak, naah baru jika sudah begini biji kopi tersebut di-roasting dan digiling untuk kemudian dikemas dan siap dikonsumsi.

Woooww.., benar2 proses yang panjang bukan? dan juga tidak se-sederhana yang kita bayangkan, jadi wajar kalau harga secangkir kopi luwak dapat mencapai ratusan ribu rupiah πŸ˜€ , bukan ribuan looh yaaa πŸ˜€ .

Penasaran rasa kopi luwak? Ada yang mau coba? udah siap duitnya? atau udah pernah nyoba? kayak gimana sih rasanya? πŸ˜€

Comments

  1. By Tyn Laastry

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *