Kenapa Kepiting Atau Udang Akan Berubah Menjadi Kemerahan Saat Direbus…???

Pernah makan udang kan? Atau malah pernah makan kepiting? Hehehe.., aku sendiri yang nulis ini baru sempet makan udang doang, udang laut ato udang sungai uda pernah., kepitingnya yang kagak perna hehehe πŸ˜€ . Pernah merhatiin kan? Kalo direbus warna kulitnya akan berubah jadi kemerahan?

Kira2 yang ada di pikiran teman2 skalian apa terkait perubahan warna ini hayooo?? Yaah.., aku sendiri sih baru tahu setelah baca artikel gak sengaja di sebuah potongan kertas hehehe πŸ˜€ (bersyukur dapat bahan tulisan gratis hahhaaa ).

OK, akan aku tulis apa yang aku dapat. Hewan udang atau kepiting adalah tipe hewan bercangkang, atau nama keren-nya β€œcrustacea” (maksudnya nama latin gituuu πŸ˜€ ). Naah ternyata dalam tubuh crustacea ini terdapat 3 zat warna, yaitu warna merah (clustuseolbin) , warna kekuningan (hepatokrum) , dan warna kebiruan (cyanokriptan) , sulit baca bahasa latin? Ya begitulah emang :D.

Dari ketiga zat warna tersebut, yang sulit terurai dalam tubuh crustacea adalah zat warna merah-nya, sedangkan yang mudah terurai adalah zat warna biru-nya. Naah saat direbus, zat warna biru-nya terurai, tinggal warna merah dan kekuningan yang nampak. Jadinya, saat direbus atau dibakar, udang atau kepiting akan berubah warna menjadi kemerahan. Gituuu ceritanya ternyata πŸ™‚ .

Intinya udah dibahas., semoga dapat menambah pengetahuan kita., keep sharing :).

Comments

  1. By Joko

    Reply

    • Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *