Kenapa Biskuit itu Berlubang…???

Biskuit! biskuit!! mana biskuitku?? mana cemilanku? heheee.., akhirnya ketemu juga., naah skarang saatnya nulis artikel sambil nyemil biskuit 😀 . Judul artikelnya juga sama, tentang biskuit hahahaaa.

Naah temen2 smua pasti uda tau ama yang namanya biskuit ini kan? makanan ringan ini (cemilan) pas banget dimakan saat sedang santai-santai dirumah. Atau juga sebagai teman saat lagi belajar atau menulis artikel kayak gini, selain ada susu 😀 .

Ternyata niih yaa., Biskuit itu berasal dari Bahasa Latin looh., artinya “Dimasak dua kali” , tapi anehnya, pertama kali dibuat malah di Inggris ckckck 😀 . Bahan dasar utamanya adalah tepung, dicampur dengan lemak, susu, mentega, telur, gula, rempah-rempah, kemudian dipanggang hingga renyah.

Naah jika adonan biskuit tadi diletakkan di pemanggangan, maka adonan tersebut akan mengembang. Pada saat ini terjadi penguapan dari cairan yang ada didalam adonan. Dan apabila tekanan yang dihasilkan terlalu tinggi, maka biskuit akan pecah. Maka dari itu, dibuatlah lubang2 kecil sebagai jalan keluar uap-uap tersebut dari adonan agar biskuit yang dihasilkan tidak pecah.

Jumlah lubang yang dibuat juga pastinya harus menyesuaikan dengan besar/kecilnya ukuran biskuit yang dibuat. Semakin tipis bentuk yang diinginkan, maka semakin banyak pula lubang yang harus dibuat, begitu juga sebaliknya. Oh iya., ternyata di amerika sana, biskuit lebih dikenal dengan nama Crackers atau Cookies looh 🙂 .

Naah begitulah alasannya 🙂 , tulisan udah kelar, tapi biskuit masih ada 😀 , nyemil dikit lagi, tar lagi kalo uda menguap berarti siap2 mau tidur ckckckk 😀 . Smoga bermanfaat 🙂 bagi pembaca sekalian 🙂 .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *