Bagaimana Permen Karet Ditemukan? Bagaimana Pula Proses Pembuatan Permen Karet Itu?

Hayooo..!! eitss., eits.., pasti liat gambar di sebelah ini yaaa? wkwkwkkwkw.., yang cowok2 pasti gak ketip mata tuh ckcckkck, nemu gambar yang bagus, ya aku pake aja ckckckkc :D.

Seperti yang uda aku janjikan pada artikel kemarin yang berjudul Kenapa Permen Karet Dibungkus dengan Kertas Perak? , maka kali ini aku akan membahas asal muasal ditemukannya permen karet. Entah knapa tiba2 aku juga beli permen karet, jadi nulis artikel ini ama ngunyah permen karet wkwkkw :D.

Permen kenyal ini ternyata uda lama looh usianya, udah mulai dikenal sejak sebelum masehi dulu. Pada masa itu, manusia mengunyah tanam-tanaman saat mencari makanan, tapi meskipun dikunyah mereka tidak menelannya, mereka membuangnya saat sudah menemukan makanan atau saat yang dikunyah udah halus,  sama seperti mengunyah permen karet. Kebiasaan ini berlangsung selama beribu-ribu tahun, hingga akhirnya dicari berbagai jenis bahan yang bisa dikunyah tanpa harus ditelan.

Tidak ada bukti sejarah yang kuat yang mencatat tanggal pasti tentang dimulainya kebiasaan ini. Kalau yang aku intip dari wikipedia, tertulis begini :

. . . . bukti sejarah tertua ditemukan pada tahun 1993 oleh para arkeolog berupa tiga gumpalan uang berisi pemanis madu yang telah berusia 9000 tahun yang dikunyah oleh para pemburu di Swedia. Akan tetapi bagi masyarakat Yunani kuno, mengunyah permen karet merupakan kebiasaan yang umum di masyarakat. Mereka mengunyah sebuah damar dari pohon mastic yang berasal dari Turki

Perkembangan Permen Karet

Namun pada akhirnya permen karet modern baru dibuat secara komersil pertama kalinya pada tahun 1842 oleh John B Curtis.

Saat pertama kali diproduksi, permen karet ini tidak langsung mendapat respon yang baik dari pasar, maklum, kebiasaan mengunyah permen karet belum populer di kalangan masyarakat saat itu. Baru 6 tahun kemudian, tahun 1946, permen karet produksi John ini meraih sukses, dan ia menjadi satu-satunya pengusaha permen karet di dunia saat itu.

Di tahun itu juga, ia membangun pabrik permen karet di Bangor, Maine, Amerika Serikat (AS). Dan untuk menguatkan bisnisnya, John menamai area pabriknya dengan sebutan Ibukota Dunia Permen Karet (ada2 aja nyebutnya ckckck 😀 ).

Permen karet bikinan John saat itu bukan terbuat dari karet, bahan baku utama pembuatannya adalah getah cemara. Dengan strategi pemasaran yang bagus, permen karet John semakin meluas pangsa pasarnya. Dan ini menginspirasi para pengusaha yang lain untuk memulai bisnis permen karet.

Mulai tahun 1924, permen karet sudah menjadi bagian dari “life style” para remaja di negeri paman sam. Mereka merasa lebih percaya diri saat mengunyah permen karet. Dan saat itu sudah banyak pabrik pembuat permen karet di AS. Tak hanya untuk memenuhi pasar dalam negeri, para pengusaha juga mulai mengekspor permen karet buatannya ke luar negeri.

Keadaan ini membuat perekonomian AS terdongkrak oleh produk kunyah-kunyah tersebut. Di tahun 1924, permen karet menjadi komoditas ekspor tersbesar setelah peralatan militer di AS. Dan di tahun ini, bahan permen karet sudah lebih bervariasi, tidak hanya dari getah cemara lagi.

Pembuatan Permen Karet

Kalau aku sih emang gak pernah buat permen karet, dan belum tahu sebelumnya, maka dari itu, aku tuliskan cara pembuatan permen karet yang aku dapet dari Wikipedia , ini dia :

Bahan dasar permen karet modern adalah karet yang terdiri atas campuran beberapa getah atau damar, dan yang terkenal adalah bahan dasar dari Chicle.

Untuk mencari bahan dasar tersebut, perlu pemilihan pohon yang tepat. Sebagai gambaran, untuk mendapatkan chicle yang baik, harus diambil dari Pohon Sapodilla yang berusia 20 tahun. Umumnya petani membuat sayatan zig-zag pada kulit pohon dan cairan getah akan mengalir ke tempat yang diletakkan dibawah pohon.

Getah yang terkumpul kemudian disaring, dipanaskan dengan api kecil dan dituang ke dalam cetakan berbentuk kotak-kotak dan dikirim ke pabrik besar.

Di dalam pabrik, bermacam-macam getah yang dihasilkan dan campuran itu kemudian dipanaskan dalam panci besar agar menyatu. Akhir-akhir ini banyak bahan dasar baru ditambahkan seperti bahan-bahan sintetis untuk memperbaiki tekstur, namun harus dinyatakan aman untuk dikonsumsi. Campuran panas tersebut disterilkan dan dipompa melalui saringan untuk mendapatkan campuran yang bersih.

Beberapa bahan yang ditambahkan dalam campuran dasar permen karet yang masih panas tersebut yakni bubuk gula murni untuk menentukan kelenturannya, syrup glukosa untuk membuatlunak dan mudah untuk dikunyah. Minyak pemberi rasa untuk memberikan berbagai macam rasa sesuai produk yang dihasilkan.

Setelah pengadukan dan pencampuran, permen karet akan melewati gulungan-gulungan yang membentuknya menjadi pita setebal 6 cm. Selapis gula bubuk atau mannitol menjaga agar permen karet tidak lengket ketika melewati mesin press. Setelah melewati alat ini, karet menjadi semakin tipis dan kemudian dipotong dengan pola tertentu.

Kemudian dimasukkan dalam ruangan yang udaranya telah diatur suhu dan kelembapannya agar permen karet memiliki kualitas yang baik. Kemudian dilakukan pembungkusan dengan bungkus yang kedap udara, sesuai dengan jenis permen karet yang dihasilkan.

Naah.., jadi begitulah proses penemuan dan pembuatan permen karet., panjang dan lebar kan? iya., aku aja yang nulis ini sambil ngunyah permen karet ampe abis 5 buah permen wkwkwk.,

Akhir kata, tiada gading yang tak retak, cuma berharap semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca sekalian 🙂 . Terima kasih sudah membaca 🙂 .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *