Apakah Bouyancy Itu…???

Weew keren tuh namanya? Bouyancy?? uda perna denger kah? yaah kalo indonesianya sih Daya Apung gituuu hehehehe 😀 . Biar keren dikit judul postingannya pake english-an wkwkwk 😀  Ini istilah fisika 🙂 . Banyak hal yang berkaitan ama daya apung, mulai kapal selam, perahu, bahkan renang. Naah disini yang aku fokuskan berkaitan ama daya apung yang buat renang  🙂 . Soalnya kaitannya ama postinganku yang Bagaimana Jika Kita Terperosok Ke Pasir Hisap? . Ok kita mulai..,

Menurut definisi fisika, Buoyancy (daya apung) adalah daya tekan keatas dari cairan terhadap sebuah benda yang berlawanan dengan massa benda dan efek gravitasi. Ringkasnya Buoyancy adalah kemampuan mengapung dari sebuah benda pada cairan tertentu.

Daya apung sangat dipengaruhi oleh perbandingan antara massa jenis benda dan cairan. Massa jenis atau sering di sebut sebagai densitas adalah tingkat kerapatan sebuah benda. Angka massa jenis / densitas didapat dari total massa benda dibagi dengan total volumenya. nih gambarnya :

Massa Jenis :

ρ = m/v

ρ = rho , massa jenis

m = massa benda

v = volume benda

Jika  daya apung sebuah benda lebih besar dari densitas air, maka benda akan tenggelam biasa disebut Buoyancy Negatif. Jika lebih ringan, benda akan mengapung disebut Bouyancy Positif, dan jika sama maka disebut Netral. Ada dua komponen yang berpengaruh. yang kaitannya ma apung-mengapung

Yang pertama adalah tubuh. Pada dasarnya ada empat faktor tubuh yang berpengaruh besar pada buoyancy

  1. Volume paru-paru : Semakin besar volume paru-paru, maka makin besar daya apungnya.
  2. Jumlah lemak tubuh : Semakin besar / banya volume lemaknya, maka akan semakin besar daya apungnya. Ini menjelaskan mengapa orang gemuk justru mudah mengapung.
  3. Volume otot : Semakin besar volume otot, semakin kecil daya apungnya. Jika anda seorang binaragawan, maka anda memiliki kecenderungan memiliki buoyancy yang kurang positif
  4. Massa tulang : Semakin besar massa tulangnya, semakin kecil daya apungnya. Sehingga hampir semua anak-anak dan wanita memiliki buoyancy positif

Komponen yang kedua adalah air. Air yang berdensitas tinggi (air laut) akan membuat tubuh kita lebih mengapung dibanding dengan air yang berdensitas rendah (air kolam renang). Oleh sebab itu, orang yang daya apungnya cenderung negatif di kolam renang akan menjadi cenderung positif di air laut.

Namun masih ada faktor lain yang juga mempengaruhi daya apung seseorang, sehingga terdapat berbagai variasi daya apung.  Oya, pengetahuan ini gua dapat saat gua belajar berenang dulu looh 😀 . Tuh aku cantumin sumber artikelnya, skalian buat yang mau belajar renang hahahaha..,

Naah itulah yang dimaksud daya apung., skrang waktunya cumi buat beranang lagi., daaaaa 😀

Sumber : Belajar Renang

Comments

  1. By Momon

    Reply

    • Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *