Apa Itu TOMCAT…???

Huwaaa!!!!!! TOMCAT!!!! hush hush hush.., pergi sono dari kamarku.., kagak rela dihuni hewan itu!!! (Ekspresi Shock 😀 wkwkwwk lebay wkwkwk) . Hm.., dimana mana skarang pada heboh si tomcat ini.. Tomcat yang dimaksud disini adalah si hewan serangga., soalnya kalo temen2 search di Google pake kata kunci “tomcat” aja maka akan banyak muncul hasilnya, bisa yang dimaksud itu software, bisa si kucing tom 😀 , bisa juga pesawat tempur tomcat 😀 .

Siapa Dia?

Hm.., ternyata serangga eksotik ini telah mengguncang beberapa kota diantaranya kota surabaya (eksotik darimananya? wkwkwkw 😀 ). Sudah ada beberapa yang menjadi korban sengatan si hewan mungil ini.

Nama latin dari hewan ini adalah Paederus littoralis, ada yang menyebutnya dengan nama Kumbang Rove, di beberapa daerah menyebutnya dengan Semut Kayap , ada juga yang menyebutnya Charlie, hehehe banyak banget yaaa 😀 . Hewan ini termasuk kelompok serangga kuno, hal ini dibuktingan dengan ditemukannnya fosil serangga tomcat dari Jaman Triassic atau pemusnahan mahluk hidup di Bumi sekitar 200 juta tahun lalu.

Ciri2 hewan ini, yaitu :

1. Tubuhnya berwarna dominan hitam kecoklatan dengan sayap berwarna biru kehitaman. Bagian perutnya berwarna oranye kemerah-merahan.

2. Tubuh hewan ini berukuran kurang dari 1cm, hewan ini biasanya hidup di pepohonan, daerah lembab, dan juga persawahan.

3. Dilihat sekilas, hewan ini mirip kaya semut api gitu.

4. Si Tom ini sangat tertarik pada cahaya, terutama cahaya lampu. Biasanya seh serangga ini terbang mengitari lampu.

5. Hewan ini biasanya terbang berkelompok namun hanya kelompok kecil, tapi kadang juga terbang sendirian.

Selama siang hari hewan ini aktif mencari makan. Menjelang senja, dia mulai mencari cahaya sembari mencari makanan. 🙂

“Tomcat berkembang biak di tempat lembab, larva dan telurnya didalam tanah. Lalu ketika besar dan menjadi kumbang dia berada di luar terrestrial-nya. Dia terbang dan mencari sinar” kata Aunu Rauf  peneliti serangga dari Institut Pertanian Bogor. oowww 😀

Efek Racun Tomcat

Dalam tubuh hewan ini terdapat racun yang bernama Pederin. Nama racunnya mirip dengan nama latin hewan ini. Racun ini digunakan oleh Si Tom sebagai mekanisme perlindungan dirinya dari ancaman. Si Tom juga akan mengeluarkan cairan racunnya ini pada benda-benda seperti baju, handuk, ataupun benda-benda lainnya. 🙁

Katanya seh racun hewan ini 12x lebih kuat dari bisa ular kobra, tapi tidak mematikan. Cairan hemolimf atau toksin atau racun ini disebut sebagai aederin (C24H43O9N). uuh untung kagak mematikan 🙁 .

Jika mengenai kulit, efeknya cukup menyakitkan, berikut ciri2 serangan tomcat pada kulit :

1. Gatal2 berwarna merah disertai peradangan, mirip dengan kaya kena herpes.

2. Kulit melepuh seperti terkena luka bakar

3. Akan menimbulkan nanah jika sampai parah.

Gejala ini biasanya berlangsung 2-3 minggu. Penyakit kulit ini dikenal dengan nama Dermatitis Paederus (juga disebut dermatitis linier atau dermatitis linearis).

Mencegah Si Tom

Agar kita tidak sampai ikut2-an terkena wabah Si Tom ini, berikut tindakan pencegahan yang dapat dilakukan :

1. Jjka menemui serangga ini, jangan “dipencet” kaya kita mencet nyamuk ato semut, soalnya biar racunnya kagak keluar, masukin serangga ini ke plastik dan hindarkan ke tempat yang aman. Bisa juga mengusirnya dengan alat penyemprot serangga, pake raket nyamuk juga bisa kayae wkwkwkw 😀

2. Usahakan pintu selalu tertutup dan bila ada jendela sebaiknya diberi kawat nyamuk untuk mencegah Si Tom ini masuk ke dalam rumah :).

3. Menjaga kebersihan kamar, rumah, dah lingkungan rumah. Periksa setiap sudut rumah, soalnya hewan ini suka ama tempat lembab 🙁 .

4. Jika menemui hewan ini dalam jumlah yang banyak sebaiknya pada setiap lampu perlu diberi pelindung untuk mencegah hewan ini jatuh ke manusia.

Kenapa Sampai Ke Permukiman Warga?

Hewan ini bergeser ke permukiman penduduk karena masa panen sudah selesai, sehingga ia perlu mencari sumber makanan baru. Apalagi di permukiman penduduk banyak cahaya yang menarik perhatian serangga ini. “Pada umumnya semua serangga suka cahaya”  gitu kata Pak Aunu Rauf.

Mengobati Serangan Racun Tomcat

Naah jika uda mencegah tapi tetep terkena racun Si Tom juga, (dalam hati kessel, padahal udah mencegah tapi tetep kena 🙁 , yaah kita yang penting uda berusaha mencegah 🙂 ) ya kudu segera diobati., yaitu :

1. Langsung cuci bagian yang terkena racun dengan air mengalir dan sabun, JANGAN jangan diberi odol, minyak kayu putih, balsem, minyak tawon maupun bedak tabur karena hanya akan memperparah keadaan.

2. Kalo taunya waktu pas terjadi radang, segera obati dengan salep yang mengandung hydrocortisone 1% , atau Salep Betamethasone. Gunakan juga antibiotik antibiotik Neomycin Sulfat 3x sehari atau Salep Acyclovir 5%.

3. Peradangannya juga dapat diredakan dengan mengkompres bagian kulit yang terkena racun dengan air dingin.

Jasa Si Tom

Hm.., (sambil ngelus2 dagu 😀 ) , ternyata hewan ini kagak mulu2 menyerang manusia dan berkonotasi negatif aja 🙂 , ternyata hewan ini bermanfaat juga di dunia pertanian looh sodara2 😀 . Kok bisa? iya, soalnya dia adalah serangga pemakan hama-nya padi, idupnya kan di sawah juga, makanannya diantanya wereng, kepik, dan serangga2 padi kecil lainnya 🙂 . Yaah dengan gini kaya pestisida alami wkwkwkwkw 😀 , makasi ya Tomcat 😀 😀

Naah itulah gambaran Si Tomcat yang bisa aku berikan, semoga dapat menambah wawasan kita smua, makasi makasi 🙂

Sumber : Sumber1 , Sumber2, Sumber3

Comments

  1. By Adi Nugroho

    Reply

  2. By anggun

    Reply

    • Reply

  3. By febri

    Reply

  4. By Niko

    Reply

  5. By rullyangga

    Reply

    • Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *