Apa Itu Bioluminescence?

kunangkunang

Pernah melihat kunang-kunang bukan? Pernah memegangnya? Menarik bukan? hewan ini bisa mengeluarkan cahaya, sehingga nampak cantik di malam hari. Sama menariknya dengan kunang-kunang., ubur-ubur-pun begitu, sangat anggun dengan pancaran cahaya dari tubuhnya. Dua makhluk hidup ini adalah contoh dai Bioluminescence.

Jadi., bisa mengira-ngira apa itu Bioluminescence? Singkatnya, Bioluminescence adalah makhluk hidup yang dapat mengeluarkan cahaya sendiri. Berasal dari bahasa kata, yaitu Bio (Hidup – Yunani) dan Lumen (Cahaya – Latin). Mereka dapat mengeluarkan cahaya karena adanya reaksi kimia dalam tubuhnya. Tiap makhluk hidup berbeda reaksinya.

Fungsi Bioluminescence :

1. Pertahanan

Ubur-ubur mengeluarkan cahaya dari enzim Green Flourecent Protein (GFP)-nya untukΒ  mempertahankan diri dari serangan pemangsa. Hewan darat yang mengeluarkan cahaya sebagai mekanisme pertahanan diri disebut Aposematisme, Kunang-kunang adalah contohnya. Dengan cara ini, hewan-hewan tersebut nampak seolah-olah beracun untuk dimakan atau tidak enak untuk dimakan oleh predator, sehingga predator akan menghindarinya.

Zooplankton juga mengeluarkan cahaya, sehingga beberapa pemangsa zooplankton akan enggan untuk memakannya. Fenomena ini akan nampak pada Udang Misid, saat udang misid memakan zooplankton, tubuhnya akan nampak bercahaya akibat cahaya dari zooplankton yang dimakannya, cahaya dari zooplankton ini akan nampak keluar tubuh si udang karena tubuh udang misid yang memang transparan. Hal ini tentunya membuat udang tersebut terancam dan mudah ditemukan oleh pemangsanya, sehingga akan enggan untuk memakan zooplankton.

2. Predasi

Ikan Angel dan Hiu Isistius BrasiliensisΒ adalah contoh hewan yang menggunakan emisi cahaya guna menarik mangsanya. Hiu Isistius Brasiliensis menggunakan bagian bawah rahangnya yang memancarkan cahaya untuk menarik calon mangsa. Cumi-cumi dan ikan kecil akan mendekat pada cahaya tersebut karena mengira siluet pancaran cahaya itu sebagai tempat penyamaran dari mangsa-mangsa mereka. Pastinya, saat cumi dan ikan berkumpul, akan mudah bagi si hiu untuk memakannya.

3. Sinyal Kawin

Hewan yang menggunakan cara ini untuk kawin adalah Kunang-kunang. Kunang-kunang jantan umumnya akan terbang rendah sambil mengeluarkan cahaya untuk menarik pasangannya, sedangkan kunang-kunang betina yang tertarik akan mengeluarkan cahayan dengan pola pancaran spesifik yang berbeda.

Selain itu, ternyata Cacing Odontosyllis Enopla juga melakukan hal yang sama untuk kawin. Cacing betina akan mengeluarkan pancaran cahaya yang guna menarik cacing jantannya. Saat sang jantan datang, si betina akan mengerluarkan telur dan cacing jantannya akan mengeluarkan sperma untuk melakukan fertilisasi.

Jadi., itulah yang dimaksud dengan Bioluminascence. Suka artikel ini? ayo bagi ke temen2 lainnya lewat tombol2 dibawah ini. Semoga bermanfaat πŸ™‚ .

Comments

  1. By Ninda

    Reply

    • Reply

  2. By Riko

    Reply

    • Reply

  3. By shanty

    Reply

    • Reply

  4. By Nyoman

    Reply

    • Reply

      • By shanty

        Reply

      • Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *